Dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024, sertifikat TOEFL menjadi salah satu persyaratan penting di beberapa instansi pemerintah. Sertifikat ini digunakan untuk menilai kemampuan bahasa Inggris para pelamar, terutama untuk posisi yang membutuhkan analisis teknis atau komunikasi internasional. Berikut adalah 14 instansi yang mensyaratkan TOEFL sebagai bagian dari seleksi mereka.
1. Kejaksaan RI
Kejaksaan RI mewajibkan pelamar untuk menyertakan sertifikat TOEFL dengan skor minimal 450. Sertifikat ini harus dikeluarkan oleh lembaga yang diakui, memastikan bahwa kemampuan bahasa Inggris pelamar cukup untuk mendukung tugas hukum dan peradilan yang sering melibatkan dokumen internasional.
2. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Kementerian ESDM mensyaratkan sertifikat TOEFL dengan skor minimal 500, terutama untuk formasi yang membutuhkan analisis dan komunikasi teknis. Dalam kementerian ini, kemampuan bahasa Inggris penting untuk mengakses literatur teknis dan berkomunikasi dengan mitra internasional (ASN Institute).
3. Kementerian Perindustrian
Kementerian Perindustrian menetapkan skor minimal 500 untuk formasi dosen, sementara formasi lain seperti penempatan di Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional memerlukan skor minimal 475. Sertifikat TOEFL yang masih berlaku (maksimal 2 tahun sejak tanggal pelaksanaan tes) harus dilampirkan (ASN Institute).
4. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)
PPATK mewajibkan pelamar untuk memiliki sertifikat TOEFL dengan skor minimal 475. Persyaratan ini berlaku untuk formasi yang melibatkan analisis keuangan internasional, di mana kemampuan bahasa Inggris diperlukan untuk memahami dan melaporkan transaksi yang mencurigakan dari berbagai negara.
5. Kementerian Komunikasi dan Informatika
Di Kementerian Komunikasi dan Informatika, persyaratan TOEFL bervariasi tergantung pada jenis tes yang digunakan. Skor minimal yang diterima adalah TOEFL iBT 32, TOEFL ITP/PBT 400, dan TOEFL CBT 97. Persyaratan ini tidak berlaku untuk formasi di LPP TVRI dan LPP RRI (ASN Institute).
6. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Kementerian PUPR mengharuskan pelamar menyertakan sertifikat TOEFL ITP dengan skor minimal 450, khususnya untuk formasi PPPK di bidang teknis. Sertifikat TOEFL yang diterima harus dikeluarkan paling lama dua tahun sebelum pendaftaran (ASN Institute).
7. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)
Kementerian PPPA mensyaratkan sertifikat TOEFL dengan skor minimal 400 hingga 475 untuk semua formasi, kecuali untuk formasi khusus putra/putri Papua dan penyandang disabilitas. Skor ini mencerminkan kebutuhan kementerian akan pegawai yang mampu berkomunikasi efektif dalam lingkungan internasional.
8. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek)
Pada tahun 2024, Kemdikbudristek mensyaratkan sertifikat TOEFL dengan skor minimal 570 untuk TOEFL PBT atau 88 untuk TOEFL iBT, terutama untuk formasi PPPK. Sertifikat ini menunjukkan kemampuan bahasa Inggris yang sangat baik, yang diperlukan untuk mengakses literatur akademik internasional dan bekerja sama dengan mitra global.
9. Kementerian Perdagangan
Meskipun tidak diwajibkan untuk CPNS, sertifikat TOEFL diperlukan untuk formasi PPPK di Kementerian Perdagangan, khususnya pada jabatan tertentu yang memerlukan komunikasi dengan mitra dagang internasional.
10. Kementerian Luar Negeri
Kementerian Luar Negeri memiliki persyaratan TOEFL yang tinggi, terutama bagi formasi diplomat dan analis internasional. Skor TOEFL yang diperlukan menunjukkan kesiapan pelamar untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak di tingkat global.
11. Kementerian Pertahanan
Di Kementerian Pertahanan, pelamar pada jabatan strategis diwajibkan memiliki sertifikat TOEFL dengan skor minimal 500. Persyaratan ini penting untuk memastikan bahwa pegawai mampu memahami dokumen-dokumen teknis dan strategis yang ditulis dalam bahasa Inggris.
12. Badan Intelijen Negara (BIN)
BIN mewajibkan skor TOEFL yang tinggi untuk beberapa formasi, terutama yang berkaitan dengan analisis intelijen. Kemampuan bahasa Inggris menjadi kunci untuk memahami laporan intelijen dari sumber internasional.
13. Badan Pusat Statistik (BPS)
BPS mensyaratkan sertifikat TOEFL dengan skor minimal 500 untuk formasi yang berhubungan dengan analisis data internasional. Kemampuan ini diperlukan untuk mengakses dan menganalisis data yang bersumber dari berbagai negara.
14. Kementerian Perhubungan
Kementerian Perhubungan mewajibkan sertifikat TOEFL untuk beberapa formasi yang membutuhkan komunikasi internasional, seperti analisis transportasi dan navigasi. Skor TOEFL yang tinggi menunjukkan bahwa pelamar siap untuk bekerja dalam konteks global.
Instansi-instansi ini menunjukkan pentingnya sertifikat TOEFL tidak hanya sebagai persyaratan administratif, tetapi juga sebagai ukuran kemampuan bahasa Inggris yang diperlukan untuk menjalankan tugas-tugas tertentu di lingkungan pemerintah (BimbelCPNS) (ASN Institute).